Mei 20, 2008

Mengakali Uang Kuliah Mahal

Kuliah semakin mahal. Bukan ilmunya tapi biayanya. Segelintir PTS menawarkan iming – iming mendapatkan komputer multimedia, handphone, mp3 player, dan banyak lagi. Setelah kuliah, ilmu yang didapat terkadang (banyak) tidak sesuai dengan bayarannya. Lho kenapa ?? Kampus telah ikut menjadi ladang bisnis. Dapet komputer, jalan 3 bulan terus ngadat. Dapet handphone, jalan 4 bulan gak dapet sinyal. Kampus dah jadi tempat jualan rupanya hihihiiii…..
Di kampus saya sendiri, uang kuliah naik sampai 300%. Padahal dulu pas saya mulai kuliah (stambuk 2005) uang kuliah setahun cuma 900 ribu. Setelah berubah status uang kuliah naik melejit sampai 3 juta setahun. Padahal PTN. Saya sih ambil sisi positifnya aja, mudah2x fasilitasnnya ber+ bagus dan gaya belajar makin profesional.

Jadi ngakali uang kuliahnya gimana mas ??

Nah, itu yang jadi masalah. Solusinya (dari pengalaman) :
- Cari temen yang punya skill, misal jago ngerakit komputer. Tawarkan diri kita untuk membantu dia pas lagi ada job. Dari situ kita bisa curi ilmunya. Kalo dah bisa ngerakit, kan dah bisa cari uang sendiri.
- Cari orang tua asuh atau kakak asuh yang mau membantu membiayai kuliah (kalo kos). Caranya bantu dia mengerjakan pekerjaan rutinnya, gak cuma dapet tempat tinggal tapi bisa ngurangi biaya kuliah walau sedikit.
- Cari pekerjaan sampingan yang gak terlalu mikir. Biar masih ada nafas untuk konsentrasi di perkuliahan. Misalnya : mengetikkan skripsi, jual pulsa HP, jaga warnet dan yang penting gak ganggu waktu kuliah.
- APa lagi ya ?? Mungkin kalo nanti ada lagi, ntar ditambahin.

Btw, saya sendiri menggunakan cara yang pertama dan terbukti sukses menjalankannya. Mudah2an anda juga bisa.

Mei 20, 2008

Aplikasi Hukum Ke 3 Newton

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan (kata Saya). Besar gaya dorong = Besar efek yang ditimbulkan (kata Newton)

Ada sebuah fenomena yang menarik ingin saya ungkapkan. Semua itu berkaca dari kesadaran sebagai mahluk yang lemah dan selalu berharap belas kasihan Sang Kholiq.
>>
Mahluk hidup (manusia) diciptakan saling berpasangan, namun tidak hanya pasangan secara fisik dan rohani. Sebab apa yang kita rasa dan alami juga saling berpasangan. Setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setelah begadang ada tidur pulas, setelah sakit ada kesembuhan. Setiap yang hilang pasti ketemu, dalam kesesatan akan ada petunjuk, dalam kegelapan ada terang benerang dan dalam kesulitan ada kemudahan.

Saat kita melihat padang sahara yang seolah memanjang tanpa batas, ketahuilah bahwa dibalik kejauhan itu terdapat kebun yang rimbun penuh hijau dedaunan. Setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.

Jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun karena setiap keadaan pasti akan berubah. Sebaik-baiknya ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar.

April 29, 2008

Alih Media Digital

Pendidikan digital akan menjadi tren sebentar lagi. Mengapa ?? Dunia digital lebih mudah didapat dan digunakan. Menghapus jarak dan waktu. Saat SMU dulu, saya sering memimpikan belajar yang efektif. Guru di sekolah menggunakan komputer dan internet untuk menyampaikan materi pelajaran.

Internet dapat membantu guru untuk mencari bahan pelajaran yang dapat memotivasi siswa/ i.

Tapi mimpi saya tersebut belum juga terlaksana. Biasanya hal ini karena masalah anggaran dari pemkab. Padahal dengan digitalisasi media belajar, bangsa kita bisa maju dan tidak buta teknologi. Sebenarnya saya iri dengan sekolah di luar negeri sana (ambil contoh malaysia dan singapore). Setiap sekolah telah dilengkapi lab komputer dengan perangkat multimedia. Tamat SMU mereka telah melek teknologi dan bisa bekerja mandiri + bila dengan kuliah.

Kapan ya bangsa kita bisa seperti itu ??

April 19, 2008

Pemrograman Website

Tulisan yang berikut ini agak serius. Tapi hanya sebatas konsep.
Website telah menjadi kebutuhan utama saat ini. Hampir tidak ada orang yang tidak menggunakan internet. Hampir semua data dapat dicari dan didapat melalui internet. Oleh karena itu programmer internet (website) banyak sekali dibutuhkan saat ini.

Secara garis besar (konsepnya aja, ntar kalo jelasin masalah coding malah ribet). Membuat website adalah membuat suatu sistem informasi (SI). Menurut McLean dan Wetherbe (1999), sistem informasi adalah suatu sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik. Di sini website menjadi pemeran utama dalam mengeksplorasi kebutuhan – kebutuhan informasi yang diinginkan. Langkah pembuatan website yang lazim digunakan hampir sama dengan pembuatan perangkat lunak lainnya. Banyak dikenal orang sebagai Daur Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle). Berikut ini langkah-langkahnya :

Analisis Sistem <<>> Desain Sistem <<>> Implementasi Sistem <<>> Operasi dan Pemeliharaan

Penjelasan tentang langkah-langkah tsb. panjang dan tergantung dari kebutuhan sistem. Dan penjelasannya akan menyusul nanti, tunggu saja.

Langkah ini merupakan langkah yang paling sederhana. Ya…kembali ke awal “saya memang menjelaskan sebatas konsep”.

Website dapat dibangun dengan berbagai bahasa pemrograman seperti : HTML, Java, PHP, ColdFusion, Action Script, Perl, dll. Sementara database yang banyak digunakan saat ini adalah MySQL dan Oracle, sebab stabil, mudah upgade dan license. Bahasa yang digunakan tergantung kepada si programmer, kalo dia mahir dengan php, ya pake php, kalo Java ya Java.

Dan gak ada yang sulit kalau kita tekun belajar.

April 19, 2008

Cerita Guru Dengan Murid

Lagi mikir yang gak terlalu serius

Guru : “Anak anak, Indonesia terletak antara dua samudra dan dua…?”
Murid : “Benuaaaa… .!”
Guru : “Salah ! Yang benar Indonesia terletak diantara dua samudra dan dua duanya amatlah dalam…!”
Guru : “Sekarang flora dan fauna. Kalau akan paus binatang mamalia, buaya binatang reptilia, kambing
binatang herbivora. Sedangkan macan adalah binatang…. ?”
Mudrid : “Carnivora !”
Guru : “Kalian ini memang goblok ….Macan adalah binatang yang amat menakutkan.. .!”
Murid : ??????
Guru : “Sekarang tentang kesehatan. Kemarin si budi jatuh dari pohon, dia pingsan, tungkainya mengenai
batu tajam sehingga keluar…?”
Murid : “Darahhh…. !”
Guru : “Eeee e e eee, Benar benar goblok! Yang benar Dia pingsan, tungkainya mengenai batu tajam sehingga
keluarganya kelabakan… !”
Murid: %$%@^#$@^%#$ @@#@

April 19, 2008

Jangan Putus Asa

Sebuah cerita indah (semampunya) :

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya,
tetapi keputusan itu sudah bulat.

Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu minta pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu.
Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Pikirannya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidakbegitu mengagumkan. Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia
menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. ” Rumah ini adalah rumah kamu,” kata sang pemilik perusahaan.
” Hadiah dari s aya sebagai penghargaan atas pengabdian kamu selama ini.”

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang aneh. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang terbaik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup, kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya, sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu.
Renungkan rumah yang sedang kita bangun.

Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hidup adalah proyek yang kita kerjakan sendiri. Keberhasilan yang diraih, atau kegagalan yang menimpa dapat ditelusuri jauh ke dalam diri kita masing-masing. Karena KITA-LAH YANG MENJALANI semua ini.Bukan orang lain.

” Seorang bijak pernah mengatakan demikian :
Amatilah pikiranmu, karena akan menjadi ucapanmu.
Amatilah ucapanmu, karena akan menjadi tindakanmu.
Amatilah tindakanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu.
Amatilah kebiasaanmu, karena akan menjadi karaktermu.
Amatilah karaktermu, karena akan menjadi nasibmu.
Di atas semua itu, amatilah dirimu sendiri.
Hanya mereka yang mengenal dirinya-lah yang akan mencapai kebahagiaan yang sesungguhnya. “